Sy.Iwan Taruna Alkadrie, “Budak” Pontianak Balek Kampong Jadi Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut

Kepala BPSPL Pontianak, Sy Iwan Taruna Alkadrie melayani bincang dan wawancara media (foto:rudi)
Pontianak- Tak menyangka, Sy Iwan Taruna Alkadrie,ST.M.Si yang  menjabat Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) di Serang, Banten mendapat tugas baru “balek kampong” oleh Kementerian Kelautan RI untuk mengemban tugas negara sebagai Kepala BPSPL, Pontianak-Kalbar. Sejak Selasa (15/8), Budak Pontianak yang berdiam di Tanjung Raya 1 ini mulai berkantor di Jalan Husein Hamzah,Pontianak Barat.
Langkah yang ia lakukan mengawali tugasnya, adalah bertemu dan berkenalan dengan wartawan, ngopi bareng dibilangan Jalan Letjen Sutoyo Pontianak, pada Rabu (16/8) sore. Sebagian besar wartawan dari media cetak,elektorik,online telah kenal sosok beliau. Karena sebelum bertugas di Serang, Banten. Sy Iwan Taruna Alkadrie juga telah berkantor di BPSPL Pontianak.
Iwan Taruna dalam bincang santainya menyebutkan, konsep kerja yang dia usung adalah kerja kolaborasi dengan berbagai stakeholder pemerintahan dan keamanan serta NGO yang fokus dengan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. “Budaya kita adalah budaya kerja sama,kita akan terus kedepankan kerja kolaborasi dalam menggali segala potensi pesisir dan laut Kalimantan Barat.” jelasnya.
Bahkan Iwan,begitu panggilan akrabnya juga telah memetakan 5 titik potensi, diantaranya pesisir dan laut Kubu Raya,Bengkayang hingga Ketapang. Menjawab pertanyaan media terkait ekspor pasir laut yang dibuka kerannya oleh pemerintah, Iwan juga menyatakan masih menunggu rekomendasi dan petunjuk teknis dari pusat.
“Kita belum bisa bicara banyak tentang ekspor pasir laut ini, karena rekomendasi dan petunjuk teknis nya belum turun dari pusat. Namun peluang  ini sangat baik,apalagi jika kita fokuskan pada pengerukan pasir di muara-muara sungai yang menjadi arus lalu lintas serta keluar masuk kapal.,” tutupnya. (rfk)