Gubernur Kalbar, H.Sutarmidji,SH.M.Hum yang biasa disapa Bang Midji kembali menyebut keberhasilannya dalam membangun desa di Kalimantan Barat. Di awal masa jabatannya, Kalbar hanya memiliki 1 Desa mandiri, 53 Desa Maju, 372 Desa Berkembang, 928 Desa Tertinggal, dan 677 Desa Sangat Tertinggal.
“Kondisi tersebut penuh dengan ketimpangan dan membawa ketidakharmonisan karena etnis-etnis tertentu memiliki ekonomi yang lebih baik, sementara masyarakat yang lain tidak. Sehingga, itu harus dirubah. Melalui sinergitas dengan TNI/Polri dan strukturnya dalam membantu masyarakat, tidak ada lagi desa berstatus Desa Sangat Tertinggal di Kalbar Tahun 2022,” ujarnya.
Manajemen harmonisasi dimulai dari tingkat desa. Semakin maju sebuah desa akan semakin mendapat banyak informasi.“Sehingga bila ada informasi-informasi menyesatkan akan hilang dengan sendirinya. Kemudian, ketika kesejahteraan masyarakat desa baik dan tidak lagi memandang sekat-sekat etnis, agama, dan sebagainya, maka itulah kunci harmonisasi,” tegas mantan Dosen Fakultas Hukum Untan ini.
Bang Midji mengatakan harmonisasi juga harus dilihat dari pembangunan yang merata, memprioritaskan kebutuhan yang sama, dan menyediakan ruang-ruang untuk masyarakat yang sangat heterogen dalam berinteraksi.
Upaya lain yang dilakukan Pemprov Kalbar dalam membangun keharmonisan terhadap masyarakat yang heterogeny, yakni meminta generasi muda untuk tidak lahi mengkotak-kotakkan diri.
“Ketika saya bisa berdiri tegak dihadapan mereka yang saya pimpin, maka program apapun yang saya inginkan dan sudah dicanangkan, akan terlaksana. Saya sebagai wakil pemerintah pusat sangat peka untuk mengimplementasikannya. Sebagai politisi, saya tidak pernah membebankan biaya politik apapun pun kepada orang yang saya pimpin,” tegasnya.










