Wow !, Mahfud MD Bilang Ada Transaksi Mencurigakan Sebesar Rp300 T di Kemenkeu

Menko Polhukam, Mahfud.MD

Menurut Mahfud, pemerintah sudah tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari masyarakat karena akses informasi tersebut bisa muncul dari mana saja.

Di lain kesempatan, Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh mengatakan belum mendapat informasi terkait laporan transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun di Kemenkeu. Menurutnya, informasi tersebut baru diketahui melalui pemberitaan media massa.

“Memang sampai saat ini, kami khususnya Inspektorat Jenderal belum menerima informasinya seperti apa. Nanti akan kami cek,” jelas Nurmawan di Jakarta, Rabu (8/3).

Sementara terkait Rafael Alun Trisambodo (RAT) yang disebutkan Mahfud MD di atas, Nurmawan menjelaskan pihaknya telah menyelesaikan pemeriksaan RAT. Hasilnya terbukti bahwa RAT tidak menunjukkan integritas karena tidak menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) secara benar. Atas dasar tersebut, Nurmawan merekomendasikan RAT untuk dipecat sebagai ASN.

“Dari hasil atau temuan bukti audit investigasi itu, Irjen merekomendasikan untuk memecat Saudara RAT. Usulannya sudah disampaikan dan Menkeu sudah menyetujui,” tambahnya.

Nurmawan menjelaskan pihaknya hanya memiliki kewenangan dalam ranah administrasi untuk menegakkan disiplin pegawai Kemenkeu. Apabila ditemukan tindak pidana maka akan ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Ia mengatakan siap bekerja sama dengan aparat untuk pendalaman jika terdapat dugaan tindak pidana.

RAT merupakan orang tua Mario Dandy Satrio (MDS) yang menganiaya Cristalino David Ozora alias David Senin lalu (20/2) hingga koma. Kebiasaan Mario memamerkan kekayaan orang tuanya, termasuk mobil mewah, sebelum peristiwa penganiayaan ini mendorong publik untuk mendesak Kementerian Keuangan memeriksa harta kekayaan orang tua Mario yang bekerja di Ditjen Pajak. (rfk/int)