Bencana hidrometeorologi basah, banjir dan longsor melanda Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat pagi (27/1). Peristiwa ini menyebabkan satu warga meninggal dunia.
Guyuran hujan lebat yang terjadi di wilayah kota mengakibatkan debit air Sungai Tondano meluap. Banjir di beberapa titik tidak dapat dihindari sehingga puluhan rumah terendam dengan tinggi muka air 80 hingga 300 cm. Wilayah yang terendam banjir terjadi di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Paal Dua, Tuminting, Sario, Wenang dan Singkil.
Sementara itu, tanah longsor menerjang enam wilayah kecamatan. Titik-tiitk longsor teridentifikasi di Kecamatan Paal Dua, Singkil, Tikala, Bunaken, Wanea dan Tuminting.
Hingga siang ini, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya masih melakukan upaya penanganan darurat, seperti pengadaan dan penilaian kebutuhan. Meskipun BPBD telah mendata keluarga yang dilindungi, belum ada informasi mengenai pos pengungsian yang diaktifkan.
Sebanyak 33 unit rumah warga rehabilitasi tanah longsor. Namun pihak BPBD belum merinci tingkat dampak kerusakan. Data kebutuhan sementara yang sangat diperlukan warga dimintai, antara lain matras, selimut, pakaian, perlengkapan keluarga dan makanan siap saji.










